<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Kawunganten &#8211; TOP Headlines</title>
	<atom:link href="https://top.cilacap.info/tag/kawunganten/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://top.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Feb 2021 17:28:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/top/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Kawunganten &#8211; TOP Headlines</title>
<link>https://top.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Berita Teratas dan Menarik Lainnya</description>
</image>
	<item>
		<title>Buat Perahu dari Drum Bekas, Banser Cilacap Viral</title>
		<link>https://top.cilacap.info/ci-36878/buat-perahu-dari-drum-bekas-banser-cilacap-viral</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Hasan Bahtiar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2021 17:08:13 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Banser]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Kawunganten]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://top.cilacap.info/ci-36878/buat-perahu-dari-drum-bekas-banser-cilacap-viral</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Hujan deras dengan intensitas yang tinggi kerap membuat sejumlah wilayah di Cilacap bagian Barat dilanda Banjir. Hampir setiap tahun dan musim penghujan wilayah seperti Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Wanareja, Patimuan, Kedungreja dilanda banjir.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://top.cilacap.info" aria-label="TOP Headlines">CILACAP.INFO</a> &#8211; Hujan deras dengan intensitas yang tinggi kerap membuat sejumlah wilayah di Cilacap bagian Barat dilanda Banjir. Hampir setiap tahun dan musim penghujan wilayah seperti Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Wanareja, Patimuan, Kedungreja dilanda banjir.</p>
<p>Banjir musiman di Cilacap inilah yang menjadikan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Cilacap memikirkan cara-cara sekreatif mungkin agar dapat berkontribusi dan membantu masyarakat, salah satunya proses evakuasi manakala banjir.</p>
<p>Sesuai data dilapangan, Banser dan Ormas lainnya yang turut serta membantu proses evakuasi teramat kesulitan dengan proses evakuasi saat banjir.</p>
<p>Seperti manakala Banjir di wilayah Sidareja, Banser dan Ormas lainnya kesulitan saat proses evakuasi dan distribusi bantuan, karena minimnya perahu atau ban yang disediakan, bahkan tak lama ban tersebut ditarik kembali untuk proses evakuasi di daerah lainnya.</p>
<p>Dari sinilah muncul ide kreatif, dimana Banser mengubah drum bekas untuk dijadikan perahu guna proses evakuasi dan pendistribusian logistik apabila banjir tiba.</p>
<p>Diketahui Banser Nahdlatul Ulama (NU) meski anggotanya bukanlah orang elite yang banyak punya duit, namun tekad kuat akan solidaritas, dan ingin membantu sesama, sehingga rasa kemanusiaanya bangkit dan membuahkan suatu hal yang positif, salah satunya membuat perahu dari drum bekas ini. </p>
<p>Kisah inspiratif ini pun diangkat oleh NU Cilacap Online (pcnucilacap.com), NU Online (www.nu.or.id), Portal Aswaja dan berbagai media massa.</p>
<p>Kang Maman selaku Ketua Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kawunganten merasa bersyukur perahu tersebut telah jadi dan siap diuji. Ia juga berharap agar setiap kecamatan, bagana memiliki minimal 1 perahu guna proses evakuasi jika banjir tiba.</p>
<p>&#8220;Pembuatan 1 perahu ini membutuhkan 8 drum bekas, dan memakan waktu dalam proses pembuatannya yakni 25 hari, Alhamdulillah beberapa perahu telah kami buat, dan semoga hal ini juga diikuti oleh sahabat-sahabat banser di tiap kecamatan, minimal harus ada 1 perahu, sehingga jika ada banjir dapat segera diterjunkan kelokasi untuk mengevakuasi warga.&#8221; Kata Maman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Menjawab Polemik Almarhumah Santriwati Kawunganten adalah Bukan CORONA</title>
		<link>https://top.cilacap.info/ci-24868/menjawab-polemik-almarhumah-santriwati-kawunganten-adalah-bukan-corona</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 06:18:03 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Akurat]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Faktual]]></category>
		<category><![CDATA[Kawunganten]]></category>
		<category><![CDATA[Telisik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://top.cilacap.info/ci-24868/menjawab-polemik-almarhumah-santriwati-kawunganten-adalah-bukan-corona</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah Kawunganten menjawab polemik Almarhumah Santriwati Kawunganten terkait santrinya yang diwartakan sakit karena Corona.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://top.cilacap.info" aria-label="TOP Headlines">CILACAP.INFO</a> &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah Kawunganten menjawab polemik Almarhumah Santriwati Kawunganten terkait santrinya yang diwartakan sakit karena Corona.</p>
<p>Bahkan hal itu mencuat dilinimasa media sosial, bahwa santriwati berusia 13 tahun sakit lantaran corona.</p>
<p>Dari keterangan yang kami peroleh dari pihak ponpes Al Barokah, terkait santriwatinya yang telah meninggal dunia adalah Bukan CORONA.</p>
<p>Santriwati tersebut sakit dan sering sesak nafas sudah dari kecil, namun santriwati tersebut masuk dalam PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan dinyatakan negatif.</p>
<p>Namun hal itu oleh sebagian masyarakat baik di dunia maya dan nyata diisukan mengidap corona dan juga positif. Tak hanya itu, Bahkan sampai ada yang menyebut Fitnah Pondok Corona.</p>
<p>Menanggapi polemik yang terjadi dan tersiar hal negatif, <a href="https://top.cilacap.info" aria-label="TOP Headlines">CILACAP.INFO</a> &#8211; berniat menyampaikan informasi yang sebenarnya dari narasumber pihak ponpes tersebut.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai suatu fitnah dan tidak benar. Almarhumah didiagnosis PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sudah keliru.
Padahal PDP sendiri belum disebut corona.&#8221; Ucap Gus Watub Maulana kepada <a href="https://top.cilacap.info" aria-label="TOP Headlines">CILACAP.INFO</a> &#8211; .</p>
<p>Ia menerangkan secara rinci, bahwa dalam ketetapan Kementrian Kesehatan, yang disebutkan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA DAN Pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke Negara / Daerah terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.</p>
<p>Corona didiagnosis pada PDP dengan hasil positif pada pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) melalui swab orofaring. </p>
<p>&#8220;Jadi, Almarhumah sudah pulang dari pondok pada 27 Februari 2020 karena alasan sakit (artinya lebih dari 14 hari tidak ada kontak dengan pondok). Almarhumah meninggal 27 Maret 2020 dan otomatis Pondok seharusnya tidak disangkut pautkan.&#8221; Ungkap Gus Watub Maulana.</p>
<p>Sedangkan ketika almarhumah pulang ke rumah, Gus Watub menerangkan, almarhumah tidak pernah ke ke luar negeri, tidak pernah ke luar kota, dan tidak ada riwayat kontak dengan pasien yang telah dinyatakan positif covid-19. Karena almarhumah tetap tinggal di rumahnya sendiri saat sakit.</p>
<p>Almarhumah juga punya riwayat sesak napas sejak kecil dan keluhan sesak berkurang saat almarhumah sedang duduk, kaki almarhumah juga bengkak, keluhan cenderung ke arah jantung (Congestive Heart Failure/CHF) selain ada kelainan paru juga (Bronkhopneumonia).</p>
<p>&#8220;Otomatis diagnosis PDP adalah keliru apalagi sampai diarahkan ke corona merupakan suatu fitnah.&#8221; Kata Gus Maulana.</p>
<p>Beliau menyampaikan bahwa terkait santriwatinya hal itu jelas bukan PDP apalagi corona dan swab orofaring almarhumah telah diperiksa dari laboratorium Jakarta sebagai NEGATIF COVID-19.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah masalahnya telah selesai sekarang, Almarhumah bukan terkena CORONA. Tolong bagi yang kemarin mendapatkan kabar berita fitnah tersebut ikut mengoreksi berita tersebut adalah tidak benar dan fitnah.&#8221; Imbuhnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, bahwa Kasihan keluarganya dan menyampaikan pesan meminta tolong atas empatinya. &#8220;Anaknya sudah meninggal dan dicap corona padahal berawal dari kesalahan diagnosis dan sudah diperiksa juga dinyatakan sebagai negatif corona.&#8221; Ungkapnya.</p>
<p>Bagi yang kemarin sempat menyebarkan berita fitnah tersebut untuk provokasi apalagi sampai menyebut pondok corona maka adalah fitnah yang besar.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan fitnah dan provokasi, pertanggung jawaban dunia akhirat bagi yang menyebarkan isu dan dipersilahkan meminta maaf kepada Pengasuh pondok serta pihak keluarga almarhumah.&#8221; Pungkasnya.</p>
<p>Senada dengan Gus Watub Maulana, tetangga santriwati tersebut juga sangat prihatin atas isu yang beradar, lantas ia mengatakan. Banyak yang hoak sekarang, di sebelah rumahku kemaren perempuan usia 13 tahun, dia dulu tinggal di pondok, dan meninggal kemaren jum&#8217;at tanggal 27 maret 2020. Diberitakan terkena virus corona.</p>
<p>&#8220;Padahal dia sakit dan belum ada status terjangkit virus. Tapi pemberitaan di fb, dia terkena virus corona. Harusnya nunggu hasil dulu baru bisa memberitakan. Jadi kaya menakut-nakuti masyarakat cilacap.&#8221; Ungkap tetangga Almarhumah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
