Beliau menyampaikan bahwa terkait santriwatinya hal itu jelas bukan PDP apalagi corona dan swab orofaring almarhumah telah diperiksa dari laboratorium Jakarta sebagai NEGATIF COVID-19.
“Alhamdulillah masalahnya telah selesai sekarang, Almarhumah bukan terkena CORONA. Tolong bagi yang kemarin mendapatkan kabar berita fitnah tersebut ikut mengoreksi berita tersebut adalah tidak benar dan fitnah.” Imbuhnya.
Ia mengungkapkan, bahwa Kasihan keluarganya dan menyampaikan pesan meminta tolong atas empatinya. “Anaknya sudah meninggal dan dicap corona padahal berawal dari kesalahan diagnosis dan sudah diperiksa juga dinyatakan sebagai negatif corona.” Ungkapnya.
Bagi yang kemarin sempat menyebarkan berita fitnah tersebut untuk provokasi apalagi sampai menyebut pondok corona maka adalah fitnah yang besar.
“Ini merupakan fitnah dan provokasi, pertanggung jawaban dunia akhirat bagi yang menyebarkan isu dan dipersilahkan meminta maaf kepada Pengasuh pondok serta pihak keluarga almarhumah.” Pungkasnya.
Senada dengan Gus Watub Maulana, tetangga santriwati tersebut juga sangat prihatin atas isu yang beradar, lantas ia mengatakan. Banyak yang hoak sekarang, di sebelah rumahku kemaren perempuan usia 13 tahun, dia dulu tinggal di pondok, dan meninggal kemaren jum’at tanggal 27 maret 2020. Diberitakan terkena virus corona.
“Padahal dia sakit dan belum ada status terjangkit virus. Tapi pemberitaan di fb, dia terkena virus corona. Harusnya nunggu hasil dulu baru bisa memberitakan. Jadi kaya menakut-nakuti masyarakat cilacap.” Ungkap tetangga Almarhumah.
Tampilkan Semua
