Pertamina Cilacap Meraih Rekor Muri Penanaman Tumbuhan Aromatik Atsiri Endemik

by
Indonesia

CILACAP.INFO – Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekan Republik Indonesia (RI) ke-76, Pertamina meraih penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri).

Penghargaan itu berkat kinerja Pertamina dalam penanaman tumbuhan aromatik terbanyak di Cilacap, Jawa Tengah (jateng). Adapun penghargaan tersebut diberikan pada, Selasa. (17/8/2021).

Penanaman tumbuhan aromatik terbanyak dilaksanakan di kawasan konservasi PT Pertamina RU IV Cilacap Komplek Perumahan Pertamina Tegalkamulyan, Jl. Setiabudi, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, dengan jumlah 200 Pohon tumbuhan Aromatik.

Dlam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo, S.Sos, Kapolres Cilacap AKBP Dr. Leganek Mawardi, S.H., S.I.K., M.Si, Dandim 0703/Cilacap Letkol lnf. Andi Afandi, S.I.P, Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Timotius Tri Ari Mulyanto, S.H., M.H, Ketua Pengadilan Negeri Cilacap Sukri Sulimin, S.H., M.H, General Manager Pertamina RU IV Cilacap Eko Sunarno, DLH Kabupaten Cilacap Sdr. Murni, Lurah Tegalkamulyan Maini dan perwakilan dari Musium Rekor Indonesia Ari Murtiningsih.

GM Pertamina RU IV Cilacap Eko Sunarno dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan nikmat dan kesehatan sehingga bisa hadir di perumahan Tegalkatilayu dalam Acara Rekor Muri 2021 Penanaman tumbuhan Aromatik Terbanyak di Kawasan Konservasi PT. Pertamina RU lV Cilacap sebanyak 200 tumbuhan Aromatik dengan 76 jenis.

Pertamina Refinery Unit IV Cilacap melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Keanekaragaman Hayati bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cilacap melakukan upaya konservasi ek-situ tanaman Astiri Endemik yang berada di wilayah Hutan Tropis Nusakambangan.

“Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat mempertahankan keberadaan pohon Astiri di Kabupaten Cilacap pada khususnya serta untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan dan Penelitian.” Kata Eko Sunarno.

Komentar