Semua Desa di Kabupaten Cilacap Sambut SDGs Desa

by
Indonesia

TOP HEADLINES — Semua desa di Kabupaten Cilacap merespons positif program tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals desa (SDGs Desa). Walau awalnya belum semua desa di Cilacap belum mengetahui apa itu SDGs Desa, sebuah Program yang digagas Gus Menteri, Abdul Halim Iskandar, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi atau PDTT RI itu.

Dari 269 Desa di Cilacap, Ada beberapa desa yang menilai program pemerintah pusat terlalu banyak, sehingga justru membuat desa “ambyar” atau tak fokus menjalankan planing programnya. Ada pula desa yang menyatakan akan berusaha menjalankan setelah mengetahui bentuk riil program tersebut.

Kepala Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Kuwu Koko Waskono kepada Cilacap.info, Baru-baru ini (Rabu, 16/6/2021), mengaku begitu mendengar SDGs Desa, dia segera mencari tahu konsep program tersebut, dia konsutasi kepada pemerintah daerah terlebih kepada Pendamping Desa terdahulu agar setidaknya mengetahui model pengaplikasiannya di lapangan.

Dia pun menilai program pemerintah pusat bejibun banyak. Program sebelumnya belum maksimal dijalankan muncul program baru. Sebenarnya, kondisi macam ini membuat kelimpungan Desa, mengatur pelaksanaan, maupun laporan programnya.

“Maka maklum jikalau pemerintah desa menjadi tak bisa fokus secara maksimal merealisasikan programnya.” akunya.

“Begitu saya dengar SDGs Desa. Gayung sambut, walau memang biasanya berganti menteri berganti program. Program ini pun dalam penerapan di desa, saya pelajari bersama perangkat desa,” kata Kuwu Koko saat dihubungi.

Tak Tepat Waktu

Dia memandang momentum kemunculan program ini kurang tepat dengan kondisi sekarang di saat pandemi. Saat ini semua desa berjibaku mengurus penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT yang bersumber dari dana desa.

Dalam menjalankan program ini pemerintah desa mendapat respons bermacam-macam dari warga. Itu karena tidak semua warga memperoleh BLT. Terlebih, sangat banyak warga yang sebelumnya mendapat bantuan sosial atau bansos penanganan dampak Covid-19, tahun ini tak lagi menerima bansos karena program dihentikan, seperti bantuan sosial pangan atau BSP.

Komentar